Cara Konfigurasi Failover Mikrotik Dengan Check Gateway

Failover adalah penggunaan lebih dari satu gateway internet, sehingga ada gateway yang berperan sebagai gateway utama, dan ada gateway yang berperan sebagai gateway cadangan yang akan digunakan jika koneksi ke gateway utama terputus. Metode Failover biasanya dipakai jika mengininginkan koneksi internet yang handal. Artikel ini akan menjelaskan Cara Konfigurasi Failover Mikrotik Dengan Check Gateway.

Topologi

Penjelasan failover dalam artikel ini, merujuk pada topologi berikut.

Cara Konfigurasi Failover Mikrotik
Keterangan

  • Notebook NB terhubung ke internet melalui dua ISP, yaitu ISP1 dan ISP2.
  • R-ISP1 adalah router milik ISP1 dan R-ISP2 adalah router milik ISP2
  • ISP1 adalah jalur utama, sedangkan ISP2 adalah jalur cadangan jika jalur utama terputus
  • Konfigurasi failover dilakukan di router R1

 

Berikut adalah cara kerja failover pada topologi diatas

  • Dalam keadaan normal, notebook NB terhubung ke internet melalui ISP1
  • Jika router R1 tidak mendeteksi keberadaan router R-ISP1, maka secara otomatis router R1 terhubung ke router R-ISP2
  • Selama router R1 terhubung ke router R-ISP2, router R1 tetap mendeteksi keberadaan router R-ISP1
  • Jika kemudian router R1 mendeteksi kembali router R-ISP1, maka secara otomatis router R1 akan terhubung ke R-ISP1.

Di Mikrotik, terdapat beberapa cara membuat failover. Yang akan dijelaskan dalam artikel ini adalah cara konfigurasi failover Mikrotik dengan check gateway, yaitu memantau koneksi ke gateway utama.

 

Menghubungkan Notebook NB ke Internet Melalui ISP1

Sebelum mengonfigurasi Failover, terlebih dulu menghubungkan notebook NB ke internet melalui ISP1.

 

Mengonfigurasi Router R1

Berikut adalah interface yang ada di router R1. Interface yang digunakan adalah “ether1-ToISP1”.
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Berikutnya adalah menambah IP address untuk router R1 untuk terhubung ke router R-ISP1. Buka menu “IP | Addresses”, kemudian klik “+”.
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Hasilnya adalah
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Berikutnya adalah menambah default route ke ISP1. Buka menu “IP | Routes” kemudian klik tanda “+”.
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Hasilnya
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Default route adalah route yang digunakan ketika alamat network yang dituju oleh suatu paket, tidak ada di daftar route. Contoh:

  • Jika tujuan paket adalah ke IP address 5.27.48.12/24, maka paket akan menggunakan route 5.27.48.0/24.
  • Jika tujuan paket adalah ke IP address 10.10.10.7/24, maka paket akan menggunakan route 10.10.10.0/24.
  • Jika tujuan paket adalah ke IP address 172.18.1.45/24, maka paket akan menggunakan default route.

 

Berikutnya adalah mengonfigurasi DNS.

Buka menu “IP | DNS”.
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

 

Berikutnya adalah menambahkan NAT Rule.

Buka menu “IP | Firewall”, kemudian klik tanda “+”. Pada tab “General”, konfigurasi sebagai berikut:
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Pada tab “Action”, konfigurasi sebagai berikut:
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Hasilnya adalah
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Konfigurasi NAT Rule diatas dibaca sebagai berikut:

Jika ada paket data yang keluar dari router melalui interface “ether1-ToISP1”, maka rubah Source Address paket tersebut ke 5.27.48.2.

“srcnat” adalah parameter yang berarti “paket data yang keluar dari router”.

5.27.48.2 adalah IP Address interface “ether1-ToISP1”.


Mengonfigurasi Notebook NB

Konfigurasi IP Address sebagai berikut:
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Berikutnya adalah melakukan pengujian bahwa notebook NB terhubung ke internet.
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

 

Menghubungkan Notebook NB ke Internet Melalui ISP2

Sebelum mengonfigurasi Failover, juga terlebih dulu mengonfigurasi notebook NB untuk terhubung ke internet melalui ISP2.

 

Mengonfigurasi Router R1

Karena sebelumnya notebook NB sudah terhubung ke internet melalui ISP1, maka putuskan dahulu koneksi notebook NB ke internet yang melalui ISP1. Salah satu caranya adalah dengan men-disable default route ke ISP1 di router R1.
Cara Konfigurasi Failover Mikrotik

Berikutnya adalah menyiapkan interface. Interface yang dipakai adalah “ether2-ToISP2”.

Berikutnya adalah menambah IP address untuk router R1 untuk terhubung ke ISP2. Buka menu “IP | Addresses”, kemudian klik “+”.

Hasilnya.

Berikutnya adalah menambahkan default route ke ISP2.

Hasilnya

Default route adalah route yang digunakan ketika alamat network yang dituju oleh suatu paket, tidak ada di daftar route. Contoh:

  • Jika tujuan paket adalah ke IP address 172.18.1.12/24, maka paket akan menggunakan route 172.18.1.0/12.
  • Jika tujuan paket adalah ke IP address 10.10.10.7/24, maka paket akan menggunakan route 10.10.10.0/24.
  • Jika tujuan paket adalah ke IP address 114.5.17.12/24, maka paket akan menggunakan default route.

 

Berikutnya adalah menambah NAT Rule.
Buka tab “General” dan konfigurasi sebagai berikut:

Buka tab “Action” dan konfigurasi sebagai berikut:

Hasilnya.

Konfigurasi NAT Rule diatas dibaca sebagai berikut:

Jika ada paket data yang keluar dari router melalui interface “ether2-ToISP2”, maka rubah Source Address paket tersebut ke 172.18.1.2.

“srcnat” adalah parameter yang berarti “paket data yang keluar dari router”.

172.18.1.2 adalah IP Address interface “ether2-ToISP2”.

 

Mengonfigurasi Notebook NB

Konfigurasi IP address sudah dilakukan sebelumnya dan tidak ada konfigurasi tambahan. Berikutnya adalah menguji bahwa notebook NB terhubung ke internet.

 

Konfigurasi Failover

Sudah diketahui bahwa jalur koneksi internet utama adalah ISP1, sedangkan ISP2 adalah jalur koneksi internet cadangan, artinya hanya satu jalur saja yang dipakai pada satu waktu. Tujuan failover adalah

  • Jika jalur melalui ISP1 terputus, maka otomatis jalur melalui ISP2 akan dipakai
  • Jika jalur melalui ISP1 kembali normal, maka otomatis jalur melalui ISP2 akan terputus

 

Pertama, enable-kan default route ke ISP1 dan default route ke ISP2.

Tabel diatas hanya menunjukan bahwa R1 terhubung ke ISP1 dan ISP2. Kode “AS” artinya default yang aktif, yaitu default route ke ISP1.

Berikutnya, buka default route ke ISP1, kemudian rubah nilai “Check Gateway” ke “ping”.

Pengertian parameter “Check Gateway=ping” adalah bahwa setiap 10 detik, router akan melakukan uji PING ke Gateway. Jika tidak ada respon, maka koneksi ke Gateway akan dianggap terputus.

Berikutnya adalah buka default route ke ISP2, kemudian rubah nilai “Distance” ke “2”.

Parameter “Distance” digunakan dalam pemilihan route. Route dengan nilai “Distance” lebih kecil, akan lebih diutamakan. Cara kerjanya akan seperti berikut

  • Ada dua default route 0.0.0.0/0, yaitu pertama, dengan Gateway 5.27.48.100 dan kedua, dengan Gateway 172.18.1.100
  • Route ke Gateway 5.27.48.100 mempunyai nilai “Distance=1”, sehingga akan lebih diutamakan untuk dipilih
  • Jika koneksi Gateway 5.27.48.100 terputus, maka router akan mencari Gateway dengan nilai “Distance” yang lebih besar, yaitu 172.18.1.100 yang mempunyai nilai “Distance=2”

 

Hasil konfigurasi.

 

Pengujian Failover

Berikut adalah urutan langkah pengujian

  1. Keadaan awal

    Terlihat bahwa default route yang aktif adalah default route ke ISP1.

  2. Lakukan uji PING dan TRACERT dari notebook NB


    Penjelasan:
    – Uji PING menunjukkan bahwa notebook NB terhubung ke internet
    – Uji TRACERT menunjukkan bahwa notebook NB terhubung ke internet melalui ISP1. Terlihat bahwa paket melalui IP address 5.27.48.100 yang adalah IP Address router ISP1

  3. Putuskan koneksi router R1 dan ISP1 (cabut kabel pada router R1 yang berasal dari R-ISP1)

  4. Terlihat bahwa default route ke ISP2 menjadi default route yang aktif (lihat kode “AS”)

  5. Uji PING dan TRACERT dari notebook NB


    Penjelasan:
    Uji PING menunjukkan bahwa notebook NB terhubung ke internet
    – Uji TRACERT menunjukkan bahwa notebook NB terhubung ke internet melalui ISP2. Terlihat bahwa paket melewati 172.18.1.100 yang merupakan router ISP2

  6. Sambungkan kembali router R1 ke ISP1 (sambungkan kabel pada router R1 yang berasal dari R-ISP1)

  7. Default route ke ISP1 kembali menjadi default route yang aktif (lihat kode “AS”)

  8. Uji PING dan TRACERT di notebook NB


    Penjelasan:
    Uji PING menunjukkan bahwa notebook NB terhubung ke internet
    – Uji TRACERT menunjukkan bahwa notebook NB terhubung ke internet melalui ISP1

 

Kesimpulan

Metode Check Gateway ini bekerja dengan memeriksa koneksi antara router pengguna dengan router ISP. Keterbatasan metode ini adalah tidak bisa mendeteksi jika masalah ada diantara ISP dan internet. Sebagai contoh,  pada topologi di artikel ini, jika router R1 terhubung ke router R-ISP1 dan kemudian ada masalah koneksi antara R-ISP1 dan internet, maka router R1 akan tetap terhubung ke router R-ISP1. 

 

Demikian penjelasan Cara Konfigurasi Failover Mikrotik Dengan Check Gateway, semoga bermanfaat.

Baca juga: Berbagi Koneksi Internet dengan Menggunakan Mikrotik

 

 

 

 

Leave a Reply